Sejarah Khitan

Sejarah khitan (sirkumsisi) sangat panjang dan dianggap sebagai salah satu prosedur bedah tertua di dunia. Praktik ini telah berevolusi selama
ribuan tahun dari sekadar ritual budaya dan keagamaan menjadi prosedur medis yang diakui manfaatnya. 
Berikut adalah uraian sejarah khitan dari berbagai era dan perspektif:

desain tanpa judul

1. Zaman Kuno (Asal Usul Awal)

Praktik memotong kulup penis sudah ada jauh sebelum munculnya agama-agama besar (monoteisme).

  • Mesir Kuno: Bukti sejarah tertua tentang khitan ditemukan di Mesir Kuno. Relief dan lukisan dinding di makam Ankhmahor (sekitar tahun 2400 SM) menggambarkan prosedur sirkumsisi yang dilakukan menggunakan pisau batu. Pada masa itu, khitan diyakini dilakukan pada pria yang beranjak dewasa sebagai tanda kematangan, kebersihan, atau syarat untuk masuk ke dalam kelas sosial/kependetaan tertentu.
  • Suku Primitif dan Pribumi: Banyak suku di Afrika, Kepulauan Pasifik (Polinesia), dan suku Aborigin di Australia telah melakukan praktik serupa selama ribuan tahun. Bagi mereka, khitan sering kali merupakan bagian dari ritual inisiasi kedewasaan (rite of passage) atau ujian ketahanan fisik seorang anak laki-laki sebelum diakui sebagai pria dewasa.

2. Tradisi Keagamaan

Khitan menjadi sangat ikonik dan mengakar kuat sebagai bagian dari syariat agama, khususnya dalam agama-agama samawi (Abrahamik).

  • Yahudi (Yudaisme): Dalam tradisi Yahudi, khitan (Brit Milah) adalah perintah yang sangat tegas. Praktik ini dimulai dari kisah Nabi Ibrahim (Abraham) yang mendapat perintah dari Tuhan untuk menyunat dirinya dan seluruh anggota keluarganya sebagai tanda perjanjian kekal. Dalam hukum Yahudi, bayi laki-laki wajib dikhitan pada hari kedelapan setelah kelahirannya.
  • Islam: Islam meneruskan tradisi Nabi Ibrahim (Syariat Ibrahim). Khitan (sunat) dianggap sebagai bagian dari fitrah (kesucian/kebersihan alami) manusia, bersama dengan memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan merapikan kumis. Selain sebagai bentuk ketaatan beragama, khitan dalam Islam sangat terkait dengan aspek thaharah (bersuci), karena tanpa kulup, area penis lebih mudah dibersihkan dari sisa urine yang dapat membatalkan ibadah salat.
  • Kristen: Meskipun berakar dari tradisi Yahudi, Kekristenan awal (terutama setelah Konsili Yerusalem pada abad ke-1 Masehi) memutuskan bahwa khitan tidak lagi diwajibkan bagi umat non-Yahudi yang memeluk Kristen. Namun, beberapa komunitas Kristen awal, seperti Gereja Ortodoks Koptik di Mesir dan Gereja Ortodoks Ethiopia, tetap mempertahankan praktik ini karena pengaruh budaya lokal.


3. Masuknya Khitan ke Era Medis Modern

Hingga akhir abad ke-19, khitan di dunia Barat sebagian besar hanya dilakukan oleh kaum Yahudi. Namun, pandangan ini berubah drastis pada pergantian abad.

  • Akhir Abad ke-19: Dokter-dokter di Inggris dan Amerika Serikat mulai mempopulerkan khitan sebagai tindakan medis. Pada era Victoria yang konservatif, khitan sempat dipromosikan (meskipun dengan alasan medis yang keliru pada masa itu) sebagai cara untuk mencegah kelumpuhan, penyakit menular, hingga untuk mencegah kebiasaan masturbasi pada anak-anak.
  • Abad ke-20 hingga Kini: Seiring berkembangnya ilmu kedokteran yang berbasis bukti ilmiah, alasan kuno tersebut ditinggalkan. Khitan mulai direkomendasikan secara luas karena terbukti secara klinis memiliki berbagai manfaat kebersihan dan kesehatan nyata, seperti:
  • Menurunkan risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada bayi.
  • Mencegah kondisi medis seperti fimosis (kulup tidak bisa ditarik) atau balanitis (infeksi kepala penis).
  • Menurunkan risiko kanker penis.
  • Pencegahan HIV/AIDS:

Pada awal 2000-an, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merekomendasikan sirkumsisi medis sukarela bagi pria dewasa di wilayah dengan tingkat penularan HIV yang tinggi (seperti beberapa negara di Afrika bagian selatan). Penelitian menunjukkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko penularan HIV dari wanita ke pria hingga sekitar 60%.

whatsapp image 2026 05 21 at 20.21.07

Khitan bukan hanya praktik agama, tetapi juga:

 

  • Tradisi kuno dari pradaban awal
  • Simbol keagamaan ( yahudi & islam )
  • Ritus budaya di berbagai masyarakat

Prosedur medis dalam dunia modern

Rumah Sunat BBS

Personal Doctor